Ketika Langit New York Dirusak, Kenangan 9/11 yang Tak Terlupakan

SULTRA PERDETIK, –┬áPada tanggal 11 September 2001, Amerika Serikat diguncang oleh tragedi kelam yang tak terlupakan. Hari itu, 19 anggota kelompok teroris Al Qaeda, dipimpin oleh Osama bin Laden, melakukan serangan teroris yang mengubah wajah bangsa ini selamanya.

Empat pesawat komersial maskapai AS, American Airlines dan United Airlines, menjadi senjata mengerikan dalam serangan ini.

Bacaan Lainnya

Pukul 08.46 waktu setempat, pesawat pertama menabrak menara utara World Trade Center (WTC). Hanya 17 menit kemudian, pesawat kedua menyusul dan menghantam menara selatan. Kedua menara yang menghias langit New York itu hancur dalam waktu singkat, meninggalkan pemandangan yang mengguncang dunia. Nyaris 3.000 orang tewas dalam tragedi ini, termasuk bayi di bawah umur tiga tahun hingga orang lanjut usia. Sekitar 75-80 persen dari mereka adalah laki-laki.

Di Washington D.C., satu pesawat lainnya menabrak Gedung Kementerian Pertahanan (Pentagon), menewaskan 184 orang. Namun, ada keberanian para penumpang yang berusaha merebut kendali pesawat lainnya yang terjebak dalam kengerian ini.

Pesawat itu jatuh di pedesaan Pennsylvania, menelan korban jiwa 40 orang, tetapi mencegah serangan lain yang bisa jadi lebih dahsyat.

Tragedi 9/11 adalah serangan teroris terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Ini adalah upaya terkoordinasi Osama bin Laden untuk menghancurkan tentara dan warga sipil AS setelah berusaha selama satu dekade. Pada tanggal 14 September, Presiden AS saat itu, George Walker Bush, bersumpah untuk merespons serangan ini dan membersihkan dunia dari terorisme.

Sepekan kemudian, ia menyatakan keadaan darurat nasional dan memobilisasi militer untuk menghadapi ancaman teroris.

Pada bulan Desember 2001, pemerintah AS merilis rekaman suara dari Osama bin Laden, yang mengaku bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Dunia menyaksikan keteguhan dan tekad Amerika Serikat dalam menghadapi serangan mematikan ini.

Saat ini, 22 tahun setelah tragedi 9/11, Amerika Serikat masih mengenang dan menghormati para korban dan pahlawan yang terlibat dalam peristiwa ini.

Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris bersama dengan keluarga korban dan para prajurit berkumpul di berbagai lokasi untuk mengenang mereka yang telah kehilangan nyawa dalam serangan yang mengguncang bangsa ini. Peringatan ini adalah pengingat kuat akan kekuatan dan keberanian bangsa Amerika Serikat dalam menghadapi cobaan yang paling sulit sekalipun. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *