Kejati Sultra Dituding Memberikan Pengistimewaan pada “ACG” dalam Kasus Penambangan Ilegal

Ampuh Sultra Mengawal Kasus Penambangan Ilegal: Meminta Kejati Sultra Tidak Main Mata dengan "ACG
Ampuh Sultra Mengawal Kasus Penambangan Ilegal: Meminta Kejati Sultra Tidak Main Mata dengan "ACG

SULTRA PERDETIK, –¬†Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) berkumpul di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Senin (3/03/23).

Mereka membentuk barisan yang kokoh, wajah-wajah mereka penuh dengan tekad dan keinginan untuk membawa keadilan kepada masyarakat yang terdampak penambangan ilegal.

Bacaan Lainnya

Dalam kerumunan tersebut, terdapat seorang pemuda berdiri di tengah-tengah massa, bernama Hendro Nilopo. Sebagai Direktur Ampuh Sultra, Hendro mengambil mikrofon dan mulai mengungkapkan kekecewaannya kepada Kejati Sultra.

Dengan suara lantang, Hendro menyoroti fokus utama tuntutan mereka, yaitu adanya pengistimewaan yang diberikan kepada sosok yang dikenal sebagai “ACG”. Dia membagikan informasi penting kepada para massa, bahwa sebanyak 38 perusahaan telah dipanggil dan diperiksa oleh Kejati Sultra, tetapi “ACG” masih leluasa dan belum terkena tindakan hukum.

Para mahasiswa yang hadir tidak bisa menyembunyikan rasa heran dan kekesalan.

Bagaimana mungkin “ACG” masih bebas tanpa ada tindakan penegakan hukum yang tegas, sementara puluhan perusahaan lainnya harus menjalani proses penyelidikan dan pemeriksaan yang ketat?

Hendro melanjutkan orasinya dengan penuh semangat, menyuarakan ketidakadilan yang terjadi. Ia menekankan bahwa Ampuh Sultra tidak akan tinggal diam melihat hal ini. Mereka berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga ada penetapan tersangka yang adil dan sesuai dengan fakta yang ada.

Sementara itu, semangat perlawanan tidak hanya terbatas pada kata-kata yang diucapkan Hendro. Massa Ampuh Sultra bersumpah untuk terus bergerak maju dengan aksi yang lebih besar di pekan depan. Mereka bertekad memastikan bahwa Kejati Sultra tidak akan bermain-main dan tidak akan mengabaikan tuntutan mereka.

Para mahasiswa pasca sarjana dari Universitas Jayabaya yang bergabung dalam Ampuh Sultra tidak hanya menjadi penonton. Mereka adalah aktor perubahan yang menolak ketidakadilan. Dalam narasi yang baru saja dimulai, mereka akan terus memperjuangkan keadilan bagi masyarakat yang terkena dampak dari penambangan ilegal, tanpa melupakan fokus pada pengistimewaan yang diberikan kepada “ACG” yang hingga saat ini masih leluasa. (RED)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *